Moh Arif
Bekerja atau belajar dari rumah sudah berlangsung selama hampir 1 bulan. Sampai kapan berakhir dan belum ada kepastian. Transformasi diri merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas kerja dari rumah. Hal ini, tentu harus dimanfaatkan oleh semua orang untuk melakukan apa saja termasuk menyelesaikan tugas-tugas atau pekerjaan kantor dan karya priabadi sebagai bagian dari tugas akademik. Bekerja atau belajar dari rumah upaya mentrasformasi diri dengan melaksanakan aktivitas rumah menjadi aktivitas produktif. Seiring dengan himbauan pemerintah untuk semua masyarakat pegawai dan pelajar untuk bekerja dan belajar dari rumah dalam rangkah memutus penyebaran covid 19 yang terus meningkat penyebarannya. Awal-awal diterapakan WFH semua orang campur aduk, ada yang senang ada pula yang gelisah, termasuk saya pribadi. Mereka yang senang karena bisa menikmati hari-hari jam kerja bersama keluarga dan bisa melihat anak-anak belajar dari rumah. Namun ada pula yang gelisah karena khawatir tidak bisa bekerja maksimal termasuk saya pribadi karena gangguan aktivitas anak-anak dan istri. Bahkan kekhawatiran lain yang muncul adalah pekerjaan apa yang harus dilakukan saat harus selalu di rumah.
Dengan berjalannya waktu, tentu pekerjaan kantor harus tetap dilakukan sebagai bentuk pertenggungjawaban atau profesi dan jabatan yang diembanya. Pekerjaan harus saya atur, pilih dan pilah baik yang berkaitan dengan mengajar, tugas kepala pusat AMI LPM IAIN TA dan tugas lainnya yang berkaitan dengan profesi agar semua berjalan dengan baik. Semua pekerjaan tersebut harus dilakukan dan dikerjakan dari rumah. Satu persatu pekerjaan dilakukan sesuai jadwal, khususnya terkait tugas mengajar secara daring, mengerjakan tugas kantor seperti mengedit pedoman, laporan hasil survey dan lain-lain. Namun dengan waktu yang sangat panjang, tentu juga dilakukan kegiatan lain seperti menulis jurnal, menyelsaikan buku, dan koreksi. Hal ini merupakan upaya menstraspormasikan diri dalam aktivitas dari rumah dengan tanpa mengurangi esensi tugas yang diemabnnya.
Semua pekerjaan dan tugas harus dilakukan, secara profesional agar dapat membuktikan bahwa bekerja dari rumah mampu meningkatkan produktivitas kerja atau pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik. Hal tersebut bagian dari transformasi diri dalam bekerja dari rumah. Bertambahnya waktu work from home (WFH), tertu harus mampu menyiapkan tugas-tugas apa yang bisa diselesaikan sekalipun pekerjaan-pekerjaan di atas belum tentu selesai dalam waktu yang sangat singkat seperti buku dan beberapa tulisan jurnal.
Berkerja dari rumah pada dasarnya dibutuhkan keseriusahan, mengatur kebiasaan di rumah, waktu dan lain sebagainya agar semua bisa berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan karya. Pekerjaan apapun, dimanapun tempatnya tentu juga harus mampu melakukan perubahan (transformasi) diri dalam bekerja agar mampu menhasilkan karya yang diharapkan. Sekalipun bekerja dari rumah berbeda dengan bekerja di kantor, kalau di rumah bekerja ditemanin anak dan istri kalau di kantor ditemaninin teman-teman sejawat. Selama bekerja dari rumah berhari-hari selalu berhadapan laptop atau komputer untuk mengerjakan tugas, terkadang juga sambil komen-komen di group wa. fb dan instagram sambil melihat informasi-informasi yang menginspirasi untuk tetap semangat dalam bekerja dan bermain belajar serta bersih-bersih rumah.
Seiring berjalannya waktu, tentang WFH penulis harus bisa membuktikan karya apa yang bisa dihasilkan selama bekerja dari rumah. Saat itu juga, harus merubah kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan pada umumnya saat di rumah. Sekalipun melaksanakan pekerjaan dari rumah pada jam kantor seringkali mendapat gangguan anak-anak sehingga mengacaukan konsentrasi pekerjaan, lalu kemudian coba dilakukan di malam hari tentu mata tak mampu menatap laptop berlama-lama. Ini menjadi tantangan agar bisa mentranformasikan diri agar dapat menghasilakn karya yang bisa dibuktikan baik pada diri sendiri maupun pada lembaga yang memberi tugas.
Beberapa hari kemudian, sambil pengamati percakapan dibeberapa group WA, lalu muncul usulan dan undangan untuk menulis. Misalnya di group IAIN Tulungagung ada undangan bergabung di group antologi kuliah daring untuk membuat tulisan (menulis essai) yang berkaitan dengan kuliah daring, ada usulan di WAG Quality Assurance, PTKIN untuk menyusun pedoman AMI dengan bergabung ke group tim penyusunan pedoman AMI, di group yang lain ada permintaan untuk mengawal penyusunan akreditasi 9 kriteria mapun konversi nilai akreditas baik S1 mapun S2 dan penulis dimasukkan ke group mereka semua. Bagi penulis hal tersebut merupakan kesempatan dan peluang berharga untuk berpartisipasi dan aktif sebagai bagian transformasi diri untuk menghasilkan karya dari rumah.
Setelah bergabung dengan beberapa group WA di atas, penulis memulai sedikit demi sekit membagi waktu dan pekerjaan yang bersifat rutinitas mengajar. Di sisi lain, ada udangan menulis tentang kuliah daring, penyusunan pedoman AMI lintas PTKIN dan penulis tentang WFH. Untuk menyelesaikan tiga pekerjaan tersebut tentu dibutuhkan keseriusan, ketekunan, dan pengaturan waktu karena kita tahu bahwa saat bekerja dari rumah selalu terganggu dengan aktivitas anak-anak. Namun penulis yakin bahwa dengan upaya mentranformasikan diri dari yang biasa dilakukan di rumah pada umumnya mampu menyelesaikan dan menghasilkan karya-karya tersebut dengan tepat waktu.
Berdasarkan apa yang sudah dilakukan penulis selama bekerja dari rumah kata kuncinya adalah keseriusan, mau berusaha untuk berubah, ketekunan dan penuh tanggung jawab. Semua itu, merupakan modal untuk menghasilkan karya saat bekerja dari rumah. Tanpa hal tersebut, sangatlah berat untuk bisa menghasilkan karya dan bukti nyata.
Trasformasi Diri WFH
Pada dasarnya dimanapun kita bekerja khususnya saat WFH sangat dibutuhkan keseriusan, melakukan perubahan dan mampu menghasilakan produk kerja atau yang lainnya. Dalam kontek WFH tentu berbeda karena rumah adalah ruang keluarga sebagai tempat ekspresi, menghilangkan kepenatan, tempat bercanda ria dengan anak dan istri sehingga tidak ada kewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, tidak ada aturan disiplin kerja dan kesabaran sebagaimana dilakukan di kantor pada umumnya. Akan tetapi disaat pandemi covid 19, semua pekerjaan harus dibawa ke rumah termasuk tugas belajar anak-anak. Transformasi diri dari pola-pola kerja yang tidak produktif menjadi pola-pola kerja yang produktif yang dapat menghasilkan karya. Karena itu, bekerja dari rumah bukan penghalang untuk menghasilkan karya, bukan penghalang untuk produktif dan menghasilkan produk kerja yang ditugaskan baik sebagai dosen mapun tugas kantor. Sekalipun hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah karena sangat dibutuhkan adapatasi dan penataan waktu terutama melatih diri merubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak produktif menjadi produktif sebagai bentuk pertanggung jawaban pada Allah, atasan dan diri sendiri.
Berdasarkan tugas dan pekerjaan sebagaimana di group WA di atas, tentu bagi penulis dibutuhkan kerja keras untuk dapat menyelesaikannya sebagai bukti bahwa bekerja dari rumah juga dapat menghasilkan karya. Transformasi diri dari yang tidak produktif selama di rumah menjadi produktif merupakan tantangan tersendiri di balik semua gangguan. Bahkan dengan kebijakan pemerintah terkait berkerja dari rumah, menurut hemat penulis sangat efektif dan memaksimalkan waktu untuk menghasilkan pekerjaan, bekerja dari rumah selalu disiplin waktu, bahkan lupa makan, istirahat dan bercanda ria dengan keluarga. Dengan demikian, tugas atau pekerjaan seolah-olah menjadi hal utama, padahal tentu bagi siapapun ketika di rumah yang utama adalah keluarga. Hal inilah yang menjadi tantangan penulis untuk mampu mentranformasikan diri dalam menghasilkan karya dari rumah.
Penulis sengaja mengangkat tema ini, karena penulis merasakan sendiri bagaimana melakukan transformasi diri dalam saat bekerja dari rumah untuk menghasilkan karya produktif. Sejak awal diberlakukannya bekerja atau belajar dari rumah pekerjaan sering terbengkalai, menumpuk khusunya tugas anak-anak dan tidak kunjung selesai. Berangkat dari itu, penulis berusaha merubah diri untuk selalu mengatur diri sendiri dalam menyusun tugas dan pekerjaan serta menerapkan pelajaran anak-anak sesuai dengan jamnya sekalipun diperlukan kerja keras untuk adaptasi. Namun sering waktu, semua berjalan dengan baik, pekerjaan diselesaikan berdasarkan target, tugas anak-anak berjalan dengan baik dan semua itu dapat dirasakan hasilnya.
Hasilkan Karya dari Rumah
Di saat diberlakukannya WFH maka semua tugas dan pekerjaan dinformasikan lewat media sosial (WA) hal ini dilakukan untuk memudahkan penyebaran informasi yang berkaitan dengan tugas-tugas baik sebagai dosen maupun kepala pusat audit di LPM IAIN Tulungagung. Kebaradaan media informasi seperti whatsAapp sangat membantu bagi semua orang termasuk penulis untuk menerima maupun memberikan informasi saat melakukan pekerjaan dari rumah.
Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa bekerja dari rumah dengan memanfaat media group whatsApp sangat penting sebagai media komunikasi informasi. Melalui whatsApp beberapa aktivitas kerja dapat dikomunikasikan dan dikoordinasikan sehingga mampu menghasilkan kerja nyata. Berkaitan dengan karya yang dihasilkan penulis selama di rumah (WFH) baik sebagai dosen maupun kepala pusat audit. Beberapa tugas-tugas yang diselesaikan seperti laporan hasil survey kepuasan mahasiswa terhadap dosen di lingkungan IAIN Tulungagung, pembuatan konsep aplikasi BKD online, dan beberapa insturmen IKS dan pemetaan syarat nilai akreditasi. Hasil pekerjaan atau karya tersebut meupakan tugas kerja yang harus diselesaikan selama WFH, sekalipun masih banyak tugas lain yang harus di selesaikaan.
Dari semua pekerjaan yang sudah dihasilkan di atas, juga terdapat hasil karya lain yang diselesaikan dengan bermodal group whatsApp yaitu pertama; penulisan essai tentang kuliah daring. Perjalanan dalam menyelesaikan penulisan essay kuliah daring cukup simple, mudah dan tidak membutuhkan waktu lama asal dilakukan secara konsisten, melakukan transformasi diri dalam bekerja di rumah. Gagasan penulisan essay tersebut berangkat dari idenya Dr, Ngainun Naim M.HI yang selalu memberikan motivasi dan kerja kerasnya untuk mendorong teman-teman untuk memanfaatkan waktu menghasilkan karya disaat harus bekerja dari rumah. Kedua; yang tidak kalah menariknya dan penuh perjuangan yang luar biasa yaitu karya pedoman audit mutu internal (AMI) lintas PTKIN, pedoman Monev, dan pedoman kampus merdeka. Proses lahirnya pedoman salah satu lokomotifnya adalah Dr. Fakhri Husaini, MA. Ketua LPM UIN Suka Yogyakarta.
Dengan ketelatenan dan kegigihannya, beliau tanpa kenal waktu untuk terus mensupport teman-teman perwakilan PTKIN di group whatsApp untuk terus bekerja menyelesaikan pedoman dari rumah. Hal ini bukan pekerjaan mudah di saat pandemi covid 19 kita harus menggerakkan seluruh PTKIN dalam menyusun 1 pedoman yang sangat luar biasa. Namun dengan keseriusan dan kesungguhan dari 44 kampus PTKIN yaitu UIN, IAIN dan STAIN di seluruh Indonesai mengirimkan 1 perwakilannya telah mampu menyelesaikan buku pedoman tersebut dalam waktu 3 hari. Salah satu dari PTKIN tersebut adalah IAIN Tulungagung yang diwakili oleh penulis sendiri.
Dengan lahirnya satu karya pedoman AMI yang merupakan hasil kerja keras penulis bersama tim AMI. Perlu diketahu, bahwa “Buku Pedoman tersebut dimaksudkan untuk memastikan siklus penjaminan mutu di kampus berjalan dengan baik, khusunya di IAIN Tulungagung yang kita cintai. Sekalipun dengan lahirnya pedoman tersebut, namun dalam menerapkannya dibutuhkan kerja keras dan kerjasama semua pihak. Menurut salah satu tim AMI di group menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan di lapangan tidak sesederhana pedoman ini dibuat, dimana resistensi selalu akan ada, tantangan audit mutu itu satu saja, tidak banyak yang mau diaudit,” Namun demikian, penulis merasa bangga dan bahagia sekalipun bekerja dari rumah dalam kondisi penyebawan covid 19 tidak menyurut semangat dan kerja keras untuk berkarya. Sekian semoga bermanfaat.
Tulungagung, 6 Juni 2020








0 komentar:
Post a Comment