Jejak-Jejak Lietrasi

Monday, November 2, 2020

MENGABDI YANG TULUS

 

 Pengabdian merupakan salah satu bentuk syukur atas karunia Allah Swt yang diberikan kepada ummatnya, termasuk saya peribadi. Bagaimana tidak..? karena mengabdi buat masyarakat bagi saya merupakan bentu memberikan kemanfaat bagi masyarakat. Di masyarakat menerima manfaat atas apa yang telah dilakukan, maka pada saat itu kebanggaan dan rasa haru selalu tumbuh dalam diri. Ini mungkin tidak terjadi pada semua orang, namun bagi saya pribadi sangat berharga dan memberikan spirit yang luar biasa.

Beberapa hari yang lalu merasa senang dan bahagia lantara dapat berbagi ilmu dengan masyarakat, dimana kehadiran saya di tengah-tengah mereak seolah-olah memberikan kebahagiaan, kebanggaan dan penasaran. Hal ini adalah momentum bagi saya untuk memberikan yang terbaik bagi mereka agar ilmu yang saya peroleh bermanfaat bagi mereka. Pada saatnya saya pribadi untuk berbaur, aktif dan belajar bersama mereka serta tidak ada rasa kebahagian bagi saya selain mengabdi yang tulus untuk kesejahteraan masyarakat khususnya di mana saya tinggal.

Perjalanan panjang bagi saya agar bisa secara langsung inten bersama masyarakat belum juga tercapai, seklipun saya sering aktif mendapingi mahasiswa bahkan pernah ditugaskan menjadi kepala pusat pengabdian kepada masyarakat tepatnya pada tahun 2014-2016, namun belum secara maksimal untuk berbaur dengan masyarakat. Keaktifan dilembaga atau diorganisasi kemasyarakatan memberikan makna nyata dalam memahami kultur budaya masyarakat dan tentunya juga bisa berbagi.

Kehidupan dimasyarakat sangat lah unik dan menantang, karena sarus memahami kebiasaan dan kemampuan mereka. Oleh karena itu, tentu hal ini menjadikan motivasi bagi saya untuk belajar memahami, belajar karakteristik , belajar apa yang mereka inginkan untuk kemajuan msayarakat tersebut. Berbagai kegiatan yang saya merasa bangga dan terhormat yaitu dapat menjadi bagian dari mereka dalam kegiatan kemasyarakat mulai penyusunan program, pengajian bersama, kegiatan koin dan santunan. Saya menyadari bahwa saya belum ada apa-apanya dan masih perlu belajar banya ilmu, karena tidak menjamin bahwa lulusan doktor mampu melakukan segalanya.

Memajukan organisasi memang perlu orang pintar, namun tak cukup hanya pintar, maka diperlukan orang benar, hal tersebut belumlah cukup sehingga diperlukan orang kober. Ketiganya memang sangat jarang didapat terkadang ada orang pinter tapi kurang benar dan tidak kober, ada orang pintar dan benar tetapi tidak kober dst. Oleh karena itu, yang menjadi kunci adalah tercapainya tiga hal tersebut yaitu pinter, benar dan kober.

Semoga keberhasilan dan pengabdian kita selalu didukung dengan tiga hal agar dapat memberikan kemanfaatan bagi semua orang. Sebagaimana hadis “khairunnas anfauhum linnas” sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi orang lain.

Tulungagung, 03-11-2020

Moh. Arif

0 komentar:

Post a Comment