Pengabdian merupakan
salah satu bentuk syukur atas karunia Allah Swt yang diberikan kepada ummatnya,
termasuk saya peribadi. Bagaimana tidak..? karena mengabdi buat masyarakat bagi
saya merupakan bentu memberikan kemanfaat bagi masyarakat. Di masyarakat
menerima manfaat atas apa yang telah dilakukan, maka pada saat itu kebanggaan
dan rasa haru selalu tumbuh dalam diri. Ini mungkin tidak terjadi pada semua orang,
namun bagi saya pribadi sangat berharga dan memberikan spirit yang luar biasa.
Beberapa hari
yang lalu merasa senang dan bahagia lantara dapat berbagi ilmu dengan
masyarakat, dimana kehadiran saya di tengah-tengah mereak seolah-olah
memberikan kebahagiaan, kebanggaan dan penasaran. Hal ini adalah momentum bagi
saya untuk memberikan yang terbaik bagi mereka agar ilmu yang saya peroleh
bermanfaat bagi mereka. Pada saatnya saya pribadi untuk berbaur, aktif dan
belajar bersama mereka serta tidak ada rasa kebahagian bagi saya selain mengabdi
yang tulus untuk kesejahteraan masyarakat khususnya di mana saya tinggal.
Perjalanan panjang
bagi saya agar bisa secara langsung inten bersama masyarakat belum juga
tercapai, seklipun saya sering aktif mendapingi mahasiswa bahkan pernah
ditugaskan menjadi kepala pusat pengabdian kepada masyarakat tepatnya pada
tahun 2014-2016, namun belum secara maksimal untuk berbaur dengan masyarakat. Keaktifan
dilembaga atau diorganisasi kemasyarakatan memberikan makna nyata dalam
memahami kultur budaya masyarakat dan tentunya juga bisa berbagi.
Kehidupan dimasyarakat
sangat lah unik dan menantang, karena sarus memahami kebiasaan dan kemampuan
mereka. Oleh karena itu, tentu hal ini menjadikan motivasi bagi saya untuk
belajar memahami, belajar karakteristik , belajar apa yang mereka inginkan
untuk kemajuan msayarakat tersebut. Berbagai kegiatan yang saya merasa bangga
dan terhormat yaitu dapat menjadi bagian dari mereka dalam kegiatan
kemasyarakat mulai penyusunan program, pengajian bersama, kegiatan koin dan
santunan. Saya menyadari bahwa saya belum ada apa-apanya dan masih perlu belajar
banya ilmu, karena tidak menjamin bahwa lulusan doktor mampu melakukan
segalanya.
Memajukan organisasi
memang perlu orang pintar, namun tak cukup hanya pintar, maka diperlukan orang
benar, hal tersebut belumlah cukup sehingga diperlukan orang kober. Ketiganya memang
sangat jarang didapat terkadang ada orang pinter tapi kurang benar dan tidak
kober, ada orang pintar dan benar tetapi tidak kober dst. Oleh karena itu, yang
menjadi kunci adalah tercapainya tiga hal tersebut yaitu pinter, benar dan
kober.
Semoga keberhasilan
dan pengabdian kita selalu didukung dengan tiga hal agar dapat memberikan
kemanfaatan bagi semua orang. Sebagaimana hadis “khairunnas anfauhum linnas”
sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi orang lain.
Tulungagung,
03-11-2020
Moh. Arif







0 komentar:
Post a Comment